Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu mengangkut barang dalam sistem Full Container Load (FCL), namun berbeda dari segi ukuran, kapasitas, dan biaya pengiriman.
FCL 20 feet atau sering disebut kontainer 20 kaki, merupakan kontainer standar dengan panjang sekitar 6 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,6 meter.
Kapasitas muat kontainer ini mencapai sekitar 28–30 meter kubik (CBM) atau setara dengan 21–25 ton barang, tergantung jenis dan berat muatan. Kontainer 20 kaki umumnya digunakan untuk mengangkut barang yang berat namun tidak memerlukan ruang besar, seperti bahan mentah, logam, atau mineral.
Jenis kontainer ini sering dipilih oleh eksportir yang mengirim barang dalam volume besar namun relatif ringan, seperti produk tekstil, furnitur, makanan kering, atau komoditas agrikultur.
Perbedaan utama antara FCL 20 dan FCL 40 tidak hanya pada ukuran dan kapasitas, tetapi juga pada biaya logistik dan efisiensi ruang.
Dalam beberapa kasus, menyewa satu kontainer 40 kaki bisa lebih ekonomis dibanding dua kontainer 20 kaki karena biaya pengiriman laut dan penanganan di pelabuhan relatif lebih rendah.
Namun, pilihan ini tetap harus disesuaikan dengan berat total barang dan ketentuan batas muatan maksimum dari perusahaan pelayaran serta otoritas pelabuhan.
Pemeriksaan fisik oleh Bea Cukai juga dilakukan dengan prosedur serupa, hanya saja waktu dan biaya penanganan dapat berbeda tergantung ukuran kontainer dan jenis barang di dalamnya.
Dengan memahami perbedaan antara FCL 20 dan FCL 40, eksportir dapat memilih ukuran kontainer yang paling efisien berdasarkan jenis barang, volume muatan, dan biaya pengiriman, sehingga kegiatan ekspor dapat berjalan lebih lancar, aman, dan ekonomis.