Langsung ke konten utama

Tujuan Cukai

Afditya Fahlevi 28 Jan 2026
Cukai bukan sekadar pungutan, tetapi instrumen kebijakan negara untuk mengendalikan barang tertentu yang memiliki dampak luas bagi masyarakat dan negara. Secara umum, tujuan cukai meliputi hal-hal berikut:

1. Mengendalikan konsumsi barang tertentu

Cukai dikenakan pada barang yang:
  • konsumsinya perlu dikendalikan,
  • berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, sosial, atau lingkungan.

Contohnya hasil tembakau dan minuman beralkohol. Dengan cukai, negara berupaya menekan konsumsi berlebihan.

2. Melindungi masyarakat dan lingkungan

Cukai berfungsi sebagai alat perlindungan publik agar:
  • dampak kesehatan dapat ditekan,
  • biaya sosial akibat konsumsi barang tertentu dapat dikompensasi melalui penerimaan negara.

3. Meningkatkan penerimaan negara (fungsi fiskal)

Cukai merupakan salah satu sumber penerimaan APBN yang penting untuk:
  • pembiayaan pembangunan,
  • pembiayaan layanan kesehatan dan sosial,
  • menutup biaya pengawasan dan penegakan hukum.

4. Menciptakan keadilan dan keseimbangan sosial

Barang yang menimbulkan beban sosial lebih besar dikenakan pungutan lebih tinggi, sehingga:
  • biaya sosial tidak sepenuhnya ditanggung negara,
  • ada prinsip polluter/user pays principle.

5. Mengendalikan peredaran barang

Melalui sistem pita cukai, perizinan, dan pengawasan, negara dapat:
  • mengontrol produksi dan distribusi,
  • mencegah peredaran barang ilegal dan tanpa izin.

6. Mendukung kebijakan nasional di bidang kesehatan dan ekonomi

Cukai dipakai sebagai alat kebijakan lintas sektor, misalnya:
  • pengendalian rokok demi kesehatan publik,
  • penataan industri hasil tembakau dan minuman beralkohol.

Tujuan cukai adalah mengendalikan konsumsi, melindungi masyarakat, menegakkan keadilan sosial, dan memberikan penerimaan negara, bukan semata-mata memungut uang dari masyarakat.